Sering pembeli inverter listrik DC - AC (baik untuk PLST maupun PATS) menanyakan berapa design input voltase terbaik untuk inverter yang dibeli.
Jawaban nya sebenarnya sederhana. Input voltage yang terbaik adalah mendekati maximum input voltage dari inverter tersebut.
![]() |
| CONTOH TABEL SPESIFIKASI INVERTER ON GRID SENTRA |
Satu inverter dapat di design dengan input voltage single / fixed , misalnya di 12V DC , atau dapat juga di design dengan input voltage yang memiliki rentang jarak (minimum input dan maximum input). Bila kita menemui satu inverter yang memiliki optional / rentang jarak input voltage maka usahakan untuk memberikan supply input voltage maximum agar inverter dapat bekerja secara optimum dan juga bila ada penurunan voltase input dari solar cell (lempeng surya / PV panel) maka inverter tetap dapat bekerja. Bila kita memberikan design input voltage minimum pada inverter, maka sedikit saja penurunan voltase yang terjadi pada solar cell (lempeng surya / PV panel), inverter akan langsung berhenti bekerja.
Tetapi untuk memberikan supply voltage maksimum juga harus mempertimbangkan beberapa hal :
1. sebaiknya dikurangi 10% agar bila supply voltase berlebih, inverter juga tidak berhenti bekerja atau mengalami kerusakan. Pada kondisi tertentu, solar cell (lempeng surya / PV panel) dapat menghasilkan output voltage yang lebih besar dari yang tertulis di lembar spesifikasi.
2. voltase dapat dikurangi untuk menyesuaikan terhadap array (susunan jumlah lembar per baris dan jumlah baris solar cell) dan total daya yang dibutuhkan. Bila memaksakan mendekati maksimum input voltage maka akan menimbulkan design daya yang boros.
Lihat cara menyusun array solar cell (lempeng surya / PV panel) pada tulisan lain di blog ini.

Comments
Post a Comment